TEKNOLOGI PEMBUATAN MINYAK KELAPA "TANDUSAN" KHAS BALI
Pendahuluan
Kelapa adalah salah satu
sumber lemak nabati. Kelapa diolah menjadi minyak kelapa seperti virgin coconut
oil dan minyak klentik (minyak kelapa tradisional). Di Bali, minyak kelapa
tradisional dikenal dengan istilah minyak “tandusan”. Minyak kelapa yang diolah
secara tradisional memiliki kelemahan yaitu bilangan peroksida yang tinggi yang
akan memicu proses ketengikan sehingga umur simpannya pendek (Che-Man, dkk.,
1996 dalam Salahudin 2014). Minyak kelapa memiliki kandungan asam lemak
jenuh yang sangat tinggi, yaitu sekitar 91% yang terdiri dari kaproat,
kaprilat, laurat, miristat, palmitat, stearat, dan arakhidonat. Sedangkan
kandungan dari asam lemak yang tidak jenuh sekitar 9% terdiri dari oleat dan
linoleat. Minyak mengandung 84% trigliserida dengan tiga molekul asam lemak
jenuh, 12 % trigliserida dengan dua asam lemak jenuh dan 4% trigliserida dengan
satu asam lemak jenuh (Ketaren, 1986).
Harga minyak kelapa
cenderung mahal karena dalam proses pengolahan minyak kelapa yang kurang
efisien. Dalam proses pembuatan minyak kelapa dengan cara tradisional “Tandusan”
memerlukan pemanasan santan yang cukup lama hingga menghasilkan minyak kelapa
sehingga menghabiskan banyak bahan bakar serta waktu yang relatif lama. Selain
mempengaruhi biaya produksi, pemanasan yang cukup lama dapat mempengaruhi
kualitas minyak khususnya pengurangan nilai gizi minyak. Oleh karena itu perlu
dilakukan perbaikan pengolahan minyak kelapa yang tidak menggunakan bahan kimia
pengendap dan pemucat yaitu dengan cara pemanasan krim dan dengan fermentasi.
Perlakuan dengan
fermentasi diharapkan tidak memerlukan bahan kimia dan menghindari terbentuknya
asam lemak trans. Kelebihan ekstraksi minyak kelapa dengan fermentasi adalah
praktis, hemat energi, residu blondo yang rendah,bilangan asam rendah serta
bebas senyawa penginduksi kolesterol (Yati dkk, 2008). Salah satu perlakuan
fermentasi yang dapat dilakukan dalam pembuatan minyak kelapa adalah penambahan
enzim yang berasal dari ekstrak nanas.
Pembuatan
minyak kelapa secara fermentasi merupakan proses pembuatan minyak dengan cara
memecah ikatan protein-lemak yang berada dalam emulsi santan dengan bantuan
enzim. Protein dalam ikatan lipoprotein dipecah dengan bantuan enzim protease.
Salah satu sumber enzim ini adalah buah nanas (Setiaji,2006).
Dalam buah nanas terkandung enzim bromelin.
Enzim bromelin merupakan salah satu jenis enzim protease yang mampu
menghidrolisis ikatan peptida pada protein menjadi molekul yang lebih kecil
yaitu asam amino sehingga mudah dicerna tubuh. Enzim bromelin terdapat dalam
semua jaringan tanaman nanas. Sekitar setengah dari protein dalam nanas
mengandung protease bromelin. Di antara berbagai jenis buah, nanas merupakan
sumber protease dengan konsentrasi tinggi dalam buah yang masak (Purwaningsih, 2017).
Pembuatan
minyak kelapa secara enzimatis dalam hal ini menggunakan enzim bromelin
dilakukan dengan metode basah (wet rendering) dimana enzim akan
mendegradasi komponen protein dan memecah dinding sel santan sehingga minyak
lebih mudah terpisah dari air. Penambahan enzim bromelin dalam pembuatan minyak
kelapa secara tradisonal ini diharapkan mampu mengurangi lama pemanasan
sehingga proses pembuatan minyak kelapa lebih efektif dan efisien serta
memiliki kualitas/mutu yang lebih baik. Berikut adalah karakteristik minyak
kelapa tandusan dengan fermentasi 15% ektrak nanas selama 12 jam.
Tabel 1.
Karakteristik
minyak kelapa tandusan dengan fermentasi 15% ektrak nanas selama 12 jam.
|
No
|
Karakteristik
|
Hasil
Uji
|
Standar
(SNI
01-2902-1999)
|
|
1.
|
Kadar Air (%)
|
0,20-0,34
|
Maks. 0,5
|
|
2.
|
Kadar Kotoran
(%)
|
1,50-2,62
|
Maks.
0,05
|
|
3.
|
Bilangan
Peroksida (mg oksigen/g contoh)
|
0,538- 2,39%
|
Maks.5
|
|
4.
|
Bilangan Asam Lemak
bebas (%)
|
0,42-0,82
|
Maks.5
|
Sumber
: Janurianti,2018
Alat dan Bahan
1.
Bahan yang digunakan adalah buah kelapa
yang digunakan telah berumur kira-kira 11-12 bulan, buah nanas dan air.
2.
Alat yang digunakan dalam proses pembuatan
minyak kelapa dalam penelitian ini yaitu panci, waskom plastik, wajan, sendok,
kompor, pengaduk, kapas, selang plastik, corong plastik, kain saring dan
thermometer
Prosedur Kerja
A. Teknologi
Pembuatan Minyak dengan Tanpa Fermentasi Cara Tradisional (Pemanasan Krim)
Adapun tahapan yang
dilakukan dalam pembuatan santan yaitu sebagai berikut.
a.
Buah kelapa yang digunakan berumur 10-12
bulan. Daging buah kelapa yang telah dipisahkan dari sabut, tempurung dan air
kelapa, kemudian bagian testa (kulit daging) dikupas atau dikerok dan diparut
dengan mesin pemarut kelapa.
b.
Hasil parutan kelapa yang homogen
ditimbang sebanyak 3000 gram
c.
Air hangat 80°C ditambahkan ke dalam
parutan kelapa dengan perbandingan 1:1, diremas-remas, diblender dan disaring
sampai diperoleh santan.
d.
Santan didiamkan selama 1-2 jam untuk
memisahkan krim dan skim. Bagian skim dibuang.
e.
Krim santan kemudian dipanaskan pada suhu
100-110°C sambil diaduk secara kontinyu.
f.
Pemanasan dihentikan bila tampak adanya
pemisahan blondo dengan minyak serta tidak ada lagi gelembung air.
g. Dinginkan
dan minyak kemudian disaring menggunakan kapas, tissue dan kain saring untuk
memisahkan blondo.
h. Minyak
kelapa kemudian dikemas.
B. Teknologi
Pembuatan Minyak dengan Fermentasi Menggunakan Enzim Bromelin
Tahapan
penelitian terdiri dari pembuatan ekstrak nanas, pembuatan minyak kelapa, analisis
mutu minyak dan analisis data.
1. Pembuatan
ekstrak nanas
Nanas yang digunakan
adalah nanas yang masak dengan ciri-ciri mahkota buah terbuka, tangkai ubah mengkerut, mata
buah lebih mendatar, besar dan bentuknya bulat dan warna bagian dasar buah
kuning dan timbul aroma nanas yang harum dan khas. Nanas dikupas kulitnya, dipotong kecil dan diblender
untuk memudahkan ekstraksi buah nanas, air yang dihasilkan kemudian disaring
sehingga diperoleh filtrat yang digunakan sebagai starter dalam pembuatan
minyak kelapa.
2. Prosedur
Pembuatan Minyak Kelapa Cara Basah yang dimodifikasi dengan Fermentasi
2.1 Pembuatan
santan
Adapun tahapan yang
dilakukan dalam pembuatan santan yaitu sebagai berikut.
a. Buah
kelapa yang digunakan berumur 10-12 bulan. Daging buah kelapa yang telah
dipisahkan dari sabut, tempurung dan air kelapa, kemudian bagian testa (kulit
daging) dikupas dan diparut dengan mesin pemarut kelapa.
b. Hasil
parutan kelapa yang homogen ditimbang sebanyak 3000 gram
c. Air
hangat 80°C ditambahkan ke dalam parutan kelapa dengan perbandingan 1:1,
diremas-remas, diblender dan disaring sampai diperoleh santan. Tahapan ini
dilakukan sebanyak dua kali.
d. Santan
kemudian didiamkan selama 2 jam sampai skim dan krim terpisah. Bagiam skim
dibuang.
2.2 Pembuatan
Minyak Kelapa
Tahapan
pembuatan minyak kelapa dengan cara basah yang dimodifikasi dengan fermentasi
yaitu sebagi berikut.
a. Krim
dan skim dipisahkan. Bagian krim adalah bagian yang digunakan dalam pembuatan
minyak sementara skim santan dibuang.
b. Krim
ditakar dan ditambahkan ekstrak nanas 15%, selanjutnya ditutup.
c. Selanjutnya
difermentasi pada suhu kamar.
d. Setelah
fermentasi akan terlihat 3 lapisan, yaitu lapisan paling bawah (air), lapisan
minyak dan lapisan blondo.
e. Lapisan
paling bawah (air) dibuang, sementara lapisan minyak dan lapisan blondo
dipanaskan pada suhu 100-110°C sambil diaduk secara kontinyu selama 20 menit.
f.
Pemanasan dihentikan bila tampak adanya
pemisahan blondo dengan minyak serta tidak ada lagi gelembung air.
g. Dinginkan
dan minyak kemudian disaring menggunakan kapas dan kain saring untuk memisahkan
blondo.
Komentar
Posting Komentar